Self Healing Saat Pandemi Adalah Kunci Menurunkan Stress
Self healing adalah cara memahami diri sendiri untuk mengobati luka hati atau masalah dalam diri yang sedang dialami. Self healing sendiri merupakan kemampuan untuk menjaga diri sendiri untuk dapat berdamai dan menerima dengan masalah yang sedang dimiiliki. Sehingga batin akan menjadi lebih damai dan tenang. Dengan melakukan self healing bahkan dapat mengobati trauma-trauma yang dimiliki di masa lalu.
Di tengah situasi ketidakpastian akibat pandemi seperti sekarang menimbulkan keresahan di benak masyarakat. Apalagi saat penerapan PSBB kemarin membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Keresahan ini sangat berbahaya jika tidak ditangani secara serius karena bisa berdampak pada daya tahan tubuh seseorang.
Seperti yang sudah banyak dibahas di media-media nasional, bahwa faktor imunitas yang kuat juga dipengaruhi oleh ketenangan diri seseorang. Orang yang mampu mengelola kesehatan mentalnya akan memiliki imunitas tubuh yang kuat. karena kemampuan self healing di saat seperti ini menjadi sangat penting.
Self healing dapat membantu seseorang mengontrol emosi dan pikirannya. Sehingga, seseorang dapat membentuk daya tahan tubuh dengan baik. Hal ini cukup berpengaruh pada terhindarnya terpapar oleh virus yang sampai saat ini masih sangat dekat dengan kehidupan kita semua.
Cara Self Healing Saat Pandemi
-
Cari informasi dengan bijak. Tidak secara obsesif atau terus menerus
Dalam kondisi saat ini, kita harus update informasi terbaru, khususnya apa yang terjadi di sekitar kita, sehingga dapat mengikuti anjuran pemerintah mengenai kesehatan dan keselamatan untuk diri sendiri. Selain itu, kita dapat ikut serta dalam memperlambat penyebaran virus.
Hal yang perlu kita sadari adalah banyak juga informasi yang beredar merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks, yang membuat kita menjadi takut. Oleh karena itu, kita perlu menyeleksi apa yang kita baca dan tonton. Baca atau mencari informasi dari sumber yang terpercaya, informasi dari pemerintah, otoritas kesehatan, dan lain-lain.
-
Hindari Memikirkan Hal-hal Negatif
Ada banyak hal di luar kontrol kita, misalnya berapa lama pandemi ini akan terjadi, kapan pandemi ini berakhir, bagaimana orang-orang berperilaku, dan apa yang akan terjadi di lingkungan sekitar kita. Tentu berat untuk menerimanya. Banyak dari kita kemudian menghabiskan waktu untuk mengakses internet demi mencari jawaban dari pertanyaan dan kegelisahan kita, selanjutnya memikirkan berbagai skenario yang akan terjadi. Akan tetapi, fokus pada pertanyaan yang tidak ada jawabannya dan fokus pada hal-hal di luar kontrol personal kita malah akan membuat kita merasa kelelahan dan semakin cemas. Ketika Anda merasa ketakutan dengan apa yang akan terjadi, cobalah untuk mengubah fokus Anda pada hal-hal yang dapat Anda kontrol. Contohnya, Anda tidak dapat mengontrol seberapa banyak orang yang terinfeksi virus Corona di kota Anda, tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko pada diri sendiri dan juga risiko orang lain tertular dari Anda, misalnya: sering mencuci tangan (selama 20 detik) dengan sabun dan air atau menggunakan hand sanitizer, menghindari untuk menyentuh wajah (khususnya daerah mata, hidung, dan mulut), sedapat mungkin tetap di rumah, bahkan jika Anda tidak merasa sakit, tetap menjaga pola tidur yang cukup, sehingga membantu sistem imun Anda bekerja dengan baik sekaligus mengikuti protokol pemerintahan.
-
Buatlah list hal-hal yang dapat dilakukan dengan prinsip mindfulness (pemaknaan dalam setiap aktivitas)
Hal yang wajar untuk mengkhawatirkan apa yang akan terjadi jika tempat Anda bekerja tutup, anak-anak harus belajar dari rumah, atau Anda atau orang yang Anda sayangi sakit sehingga harus melakukan isolasi mandiri. Ketika segala kemungkinan dapat menjadi hal yang menakutkan untuk dipikirkan, cobalah untuk menjadi proaktif dengan melakukan hal-hal mengurangi kecemasan.
-
Hindari memikirkan sebab atau konsekuensi dari pandemi yang berkepanjangan ini
Jika Anda merasa diri Anda mulai masuk ke pikiran-pikiran yang membuat pesimis bahkan menjadi panik, mulailah untuk mendorong diri Anda sendiri untuk masuk ke momen saat ini. Menghentikan pikiran-pikiran negatif yang bermunculan, lalu mengizinkan pikiran rasional yang memegang kendali. Dengan lembut bawalah kembali pikiran Anda pada tubuh dan napas Anda setiap kali pikiran mulai beralih. Lakukanlah hingga Anda merasa tenang.
-
Tetaplah terhubung dengan orang lain, meskipun secara fisik terisolasi
Bukti menunjukkan bahwa banyak orang yang terkena virus Corona, khususnya yang masih muda, tampaknya sehat, tidak menunjukkan gejala tetapi tetap dapat menularkan virus. Itulah mengapa hal yang paling penting untuk dilakukan saat ini adalah melakukan social distancing. Di sisi lain, social distancing memiliki risiko. Manusia adalah makhluk sosial, sehingga butuh bersosialisasi. Isolasi dan kesendirian dapat memicu kecemasan dan depresi. Hal dapat Anda lakukan antara lain: prioritaskan untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga Anda, buatlah jadwal untuk menelepon, chat, atau video call secara teratur untuk melawan kecenderungan tersebut, pilihlah percakapan yang santai, lucu, serta tetap fokuslah kepada hal-hal lain dalam kehidupan Anda.
-
Luangkan waktu untuk melakukan berbagai hal yang positif seperti berolahraga, berjemur, dan mengevaluasi diri
Anda perlu mengaplikasikan strategi manajemen stres, seperti makan makanan yang sehat, tidur yang cukup, dan refreshing. Di sini jangan lupa untuk selalu fokus kepada self care dan hindari juga panic buying. Serta juga dapat mempraktikkan teknik relaksasi. Ketika kecemasan terasa sangat kuat hingga memengaruhi Anda secara fisik, lakukan teknik relaksasi seperti napas dalam, meditasi, dan yoga untuk mengembalikan keseimbangan tubuh dan pikiran Anda. Praktik relaksasi secara teratur akan membuat Anda dapat mengenali sinyal dari tubuh Anda saat Anda mulai merasa cemas, sehingga Anda dapat dengan lebih mudah mempraktikkan relaksasi dan menurunkan kecemasan sebelum intensitasnya bertambah kuat. Dengan merilekskan badan, Anda akan dapat melepaskan pikiran-pikiran dan perasaan yang membuat cemas.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecemasan dapat terjadi pada setiap orang dan besar-kecilnya kecemasan tergantung pada bagaimana kemampuan seseorang dalam mengatasi suatu konflik dan sejauh mana pemahamannya terhadap berbagai solusi yang dapat digunakan dalam mengobati kecemasannya. Dengan demikian, kondisi objektif dari lingkungan memiliki pengaruh secara tidak langsung terhadap individu. Namun, kontrol yang dilakukan individu melalui proses psikologis yang bersifat internal memiliki peran yang lebih besar dibandingkan kejadian hidup itu sendiri (Emmons & Diener, 1985). (Serta) setidaknya kita sebagai individu juga dapat mengetahui akar permasalahan dari pembahasan, sehingga setidaknya dapat meminimalisir dengan dampak dengan Metode Self Healing sebagai Upaya Penurunan Kecemasan pada Somatic Symptom Disorder di Tengah Pandemi Covid-19. (Yang) mana bukan hanya dampak di atas saja penyebab somatic symptom disorder, akan lebih banyak menimbulkan penyakit–penyakit yang lebih dalam lagi. Untuk itu semua berawal dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Sudah sepatutnya pula menjaga dan menerapkan aturan pemerintah untuk staying physically distancing dan jangan lupa keep your mentally healthy!