Article Details

Temukan inspirasi dan wawasan seputar perhotelan, kapal pesiar, dan industri pariwisata di Article kami. Langkah kecil menuju sukses dimulai di sini.

Resiko Bekerja Di Perhotelan Kapal Pesiar

Resiko Bekerja Di Perhotelan Kapal Pesiar. Menjadi anak buah kapal pesiar memang banyak diimpikan oleh para pencari kerja. Apalagi dengan iming-iming gaji besar yang akan didapatkan per bulannya. Tidak heran profesi ini banyak diminati oleh kaum lelaki. Faktanya, bekerja di kapal pesiar menawarkan upah cukup besar jika dibandingkan dengan profesi lainnya. Namun perlu Anda ketahui, kru kapal pesiar dibagi dalam beberapa departemen. Mulai dari deck departemen, departemen crew engine, perhotelan kapal, dan sebagainya. 

Berbicara mengenai pekerjaan bagian perhotelan kapal nyatanya gajinya tidak kalah dengan petugas lainnya. Gaji kru kapal bahkan mulai dari angka Rp 10 juta hingga ratusan juta untuk kapten maupun nahkoda. Belum lagi bonus juga reward yang bisa didapatkan ketika Anda profesional dalam pekerjaan. Selain itu, bekerja di perhotelan kapal pesiar juga tidak perlu pusing soal konsumsi, karena sudah terjamin. 

Keuntungan bekerja di kapal pesiar lainnya adalah jalan-jalan gratis antar pulau bahkan negara. Sehingga Anda pun akan banyak bertemu orang baru dengan budaya yang berbeda pula. Namun tahukah Anda, dibalik keuntungan yang didapatkan. Ada resiko bekerja di perhotelan kapal pesiar yang harus Anda tahu. 

Resiko Bekerja Di Kapal Pesiar

  • Siap kerja dengan hari libur tidak menentu

Resiko pertama yang harus Anda hadapi saat bekerja di perhotelan kapal pesiar adalah ketentuan libur yang tidak menentu. Seorang yang memilih untuk bekerja di kapal pesiar akan terikat oleh kontrak kerja. Di mana kontrak tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh pihak yang bersangkutan. Oleh karenanya Anda tidak bisa serta merta mengajukan cuti bahkan resign dari pekerjaan sebelum masa kontrak habis. Banyak yang masih belum tahu berapa lama kerja di kapal pesiar. Padahal ABK bisa kerja hingga 17 jam per harinya.

  • Mudah beradaptasi

Resiko yang kedua untuk seorang awak kapal atau bisa dibilang tuntutan adalah harus mudah beradaptasi. Entah itu dengan suasana maupun dengan orang-orang yang ada di kapal tersebut. Apalagi jika masuk ke bagian perhotelan, Anda harus sigap dan totalitas dalam melayani tamu. Itu sebagai bentuk profesionalisme Anda dalam bekerja. Setiap yang berhasil melayani tamu dengan baik, tidak jarang akan diberi uang tips. 

Selain berinteraksi dengan penumpang, Anda akan bekerjasama dengan orang dari berbagai kalangan. Untuk itu, jadilah humble kepada sesama. Apalagi sepanjang masa kontrak belum habis, merekalah yang akan menjadi teman perjalanan Anda.

  • Tahan mabuk laut

Jika ingin bekerja sebagai salah satu crew di kapal pesiar, Anda harus tahan mabuk laut. Ini menjadi faktor utama yang harus Anda perhatikan betul. Apapun jenis kapal yang akan Anda naiki nantinya, harus kebal dengan cuaca juga gelombang laut yang mengombang-ambing kapal. Terutama untuk yang baru pertama kali bertugas, butuh beberapa waktu untuk bisa beradaptasi dengan alam. Apalagi jika cuaca buruk, tantangan di tengah laut akan semakin ekstrim. Jadi, pastikan Anda tidak mabuk laut sebelum memutuskan untuk bekerja di kapal pesiar.

  • Siap jauh dengan keluarga

Meski kini jaman semakin canggih dengan teknologi komunikasi, tetap tidak akan bisa mengobati rasa rindu kepada keluarga. Nah, bekerja di kapal pesiar menuntut Anda untuk bisa jauh dari keluarga. Apalagi dengan sistem kontrak yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan. Yang artinya selama periode kontrak masih berlangsung Anda tidak bisa bersua dengan keluarga secara langsung. Jika masa kesepakatan sudah habis barulah Anda akan diizinkan mengambil cuti mulai dari satu hingga 3 bulan lamanya. Setelah masa cuti habis tugas akan kembali memanggil.

  • Tidak setiap saat bisa jalan-jalan

Untuk yang ingin bekerja di kapal pesiar hanya agar bisa wisata gratis, sebaiknya pikir kembali keputusan itu. Pasalnya, bekerja di perhotelan kapal tidak selamanya membebaskan Anda untuk bisa jalan-jalan. Menyebrang antar pulau bahkan negara memang mungkin terjadi saat Anda memilih profesi tersebut. Tapi tidak selalu seluruh pekerja diizinkan untuk turun kapal ketika sampai tujuan. Apalagi jika pekerjaan yang menjadi tanggungjawab belum sepenuhnya selesai. 

Terkadang beristirahat adalah cara liburan sederhana yang sangat menyenangkan di tengah kesibukan. Tidak heran, jalan-jalan bebas ketika berlabuh tidak lebih berharga dari tidur karena lelah bekerja.

  • Sistem hierarki jabatan

Sudah bukan rahasia lagi sistem hierarki jabatan banyak terjadi di berbagai tempat. Bahkan hampir semua tempat kerja memberikan fasilitas dan kewenangan sesuai dengan jabatan yang diemban. Siapapun yang kedudukannya lebih tinggi akan mendapatkan fasilitas serta tempat terbaik. Selain itu, sudah bukan rahasia lagi bagi orang baru yang mungkin akan mengalami tekanan di hari pertama kerja.

Rata-Rata Gaji Di Kapal Pesiar

Sudah bukan rahasia lagi bahwa bekerja di kapal pesiar menjanjikan gaji yang cukup besar. Setiap nominal yang diperoleh tentu disesuaikan dengan jabatan juga kinerja Anda. Selain itu setiap perusahaan kapal pesiar memberikan gaji minimal yang berbeda-beda. Biasanya ada tiga pendapatan yang bisa Anda dapatkan yaitu pendapatan pokok, bonus, juga uang tip dari penumpang. 

Meski begitu, Anda hanya akan digaji sepanjang masa kontrak berlangsung. Jika sudah usai maka tidak akan diberi upah sama sekali sebelum melanjutkan tugas kembali dengan kontrak baru. Berikut gambaran rata-rata gaji yang akan Anda dapatkan jika bekerja di kapal pesiar.

  • Housekeeper: untuk Anda yang ingin masuk ke departemen housekeeping rata-rata gaji yang didapatkan kurang lebih Rp 34 juta sampai Rp 37 juta. Namun anda harus tahu tiap posisi yang diemban memiliki nominal berbeda.
  • Bellboy: bekerja sebagai bellboy ditugaskan untuk memberikan bantuan kepada tamu. Mulai dari bantuan bagasi, transportasi, menyambut klien hotel, serta memberikan informasi kepada tamu. Sebagai bellboy Anda mungkin akan mendapat upah kurang lebih Rp 19 juta hingga Rp 25 juta. 
  • Akuntan: sebagai akuntan yang bertugas mengurus dan melaporkan keuangan di kapal. Baik itu pemasukan maupun pengeluaran. Anda akan digaji dengan nominal fantastis tiap bulannya yaitu sekitar Rp 48 juta sampai Rp 51 juta. 
  • Pencuci piring: sebagai petugas cuci piring di kapal pesiar tetaplah dihargai dengan gaji yang lumayan. Jumlahnya bisa sampai Rp 19 juta perbulan. 

Jika berbicara mengenai kerugian bekerja di kapal pesiar tentunya sebanding dengan upah yang didapatkan. Untuk jam kerja sendiri tergantung dari tanggung jawab yang diemban. Terlepas dari resiko bekerja di perhotelan kapal pesiar, setiap pekerjaan pasti ada plus minusnya. Semuanya tergantung bagaimana cara Anda menyikapinya. Untuk itu, pandanglah setiap hal dengan positif, agar pikiran tidak tertekan. 

Di kapal pesiar Anda akan dituntut bekerja sebagai tim. Karena itu butuh interaksi yang bagus antara departemen satu dengan departemen lainnya. Selain menambah pengalaman Anda juga akan mendapat banyak kenalan dari berbagai latar belakang.

Bagaimana? Sekarang Anda sudah tahu bukan apa saja resiko bekerja di perhotelan kapal pesiar? Jika pekerjaan tersebut berasal dari minat Anda, tentunya tidak akan berat meski harus menanggung resiko jauh dari keluarga. Jika anda berminat untuk gabung bersama kapal pesiar, maka harus mempersiapkannya dulu salah satunya dengan ikut pelatihan perhotelan kapal pesiar. UNtuk itu anda bisa bergabung dengan Duta Persada Jogja. Kami tunggu di tempat kami untuk menatap masa depan yang lebih baik.