Jenis-jenis Shellfish dan Klasifikasinya
Jenis-jenis shellfish ada bermacam-macam. Dari banyak jenis mereka memiliki klasifikasi masing-masing. Pada artikel kali ini kita akan mencoba membahas lebih jauh jenis shellfish berdasarkan klasifikasinya. Sebelum jauh, apa sebenarnya definisi dari shellfish? Shellfish merupakan istilah yang digunakan untuk binatang berkulit keras atau biasa kita kenal dengan kerang. Jenis shellfish meliputi semua binatang yang berkulit keras dan pada umunya hidup di air. Kerang sendiri memiliki tekstur tubuh yang lunak dengan kulit yang keras pada bagian luar yang berfungsi sebagai pelindung.
Shellfish sendiri mengandung banyak mengandung vitamin, yodium dan sodium yang sangat berguna bagi tubuh untuk pertumbuhan tubuh manusia. Bagian daging pada shellfish banyak mengandung zat lemak lebih rendah daripada daging hewan lain, khususnya hewan darat. Serat danging shellfish lebih bertekstur kasar daripada daging hewan lain sehingga perlu ditambah asam pada saat pengolahannya sebelum dimasak. Cara ini berfungsi agar tekstur yang dihasilkan akan lebih empuk.
Ada beberapa jenis kepiting darat yang bisa dikonsumsi, seperti Cardisoma guanhumi dari Karibia. Banyak varietas kerang atau jenis Moluska laut yang sering kita nikmati. Dari banyak jenis makanan ini dibgai menjadi banyak spesies kerang, seperti remis, tiram, winkles, dan kerang itu sendiri. Sedangkan dari varietas lain seperti krustasea yang umum dikonsumsi adalah udang, lobster, udang karang, dan kepiting.
Selain itu ada varietas Echinodermata. Untuk jenis yang satu ini memang tidak sering dipanen untuk konsumsi seperti varietas moluska dan krustasea. Shellfish sendiri memiliki banyak kandungan vitamin, seperti yodium dan sodium yang sangat baik untuk pertumbuhan. Tidak heran jika Mantan Mentri Kelautan dan perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti sering bahkan mewajibkan kita untuk mengkonsumsi ikan dan jenis lain yang dihasilkan dari hasil panen air asin.
Kandungan protein yang ada pada kerang hampir sekitar 25,5 gr untuk per 100 gr kerang. Sedangkan untuk kandunganAaam amino yang jumlahnya paling tinggi tiap 100 gramnya adalah glutamate. Ia menghasilkan asam amino sebesar 3474 mg, aspartat 2464 mg, lysine 1909 mg, arginin 1864 mg dan leusin 1798 mg.
Selain tinggi akan yodium dan sodium, kerang juga mengandung vitamin B12 yang tinggi sekitar 98.9 mcg untuk 100 mg. Omega 3 sebanyak 396 mg /100 gr dan omega 6 sebesar 32 mg /100 gr. Vitamin yang terkandung tersebut nyatanya mampu menurunkan kolesterol jahat dan sangat baik untuk kesehatan jantung. Selain kandungan vitamin, kerang kerang juga kaya akan mineral terutama besi. Kadnungan mineralnya mencapai 28 mg /100 gr dan selenium sebesar 64 mcg/100 gr.
Klasifikasi Shellfish
Shellfish dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok.
- Kelompok pertama adalah kepiting dan Udang atau Crustacea. Kelompok ini meliputi Kepiting atau Crab, seperti jenis Rajungan, Kepiting, King Crab atau kepiting dengan jenis berkaki panjang. Selanjutnya adalah Udang Patung atau Lobster. Jenis ini seperti langouste atau udang berantena, Homard atau Udang Berjapit depan, Udang atau biasa dikenal Shrimp.
- Kelompok kedua adalah jenis Binatang Remis atau dalam bahasa lain disebut Coquillage. Kelompok ini mencakup semua jenis binatang remis atau kerang seperti, Kerang Oyster, Kerang Tiram, Kerang Kipas, Kerang Darah, dan lain-lain.
- Kelompok ketiga merupakan Binatang Bertubuh Lunak atau biasa disebut dengan Mollusca. Binatang ini memiliki karakter kulit yang tipis, tubuh lembut dan sekilas terlihat seperti binatang tanpa tulang. Jenis shellfish dari kelompok ini, miisalnya adalah Cumi-Cumi, Ikan Sotong, Gurita, Teripang, Ubur-Ubur
Contoh Shellfish
-
Udang
Ciri-ciri udang yang baik ditandai dengan kulitnya yang berwarana cerah dan ketika dimasak berubah warna menjadi merah. Kedua jika dimasak berubah berawarana merah, daging juga berwarna merah yang berada di permukaan dan tidak lengket saat disentuh. Ketika ditandai dengan ekor yang tertarik kuat kebagian kepala. Keempat adalah tidak berbau ammonia.
-
Lobster
Lobster banyak bahkan selalu dipasarakan dalam keadaan hidup agar kualitasnya tetap yang baik. Karena begitu mati. Lobster cenderung akan cepat membentuk zat yang mengandung beracun. Ekor lobster dengan kualitas yang baik akan menggulung dan membentuk dengan kuat.
-
Kepiting
Ada banyak jenis kepiting yang sering dikonsumsi, seperti king crab, spider crab, blue crab, stone crab dan masih banyak lagi. Dengan karakter yang mudah rusak dan cepat busuk, kepiting banyak dipasarka untuh dalam keadaan hidup.
-
Mollusk
Semua jenis intervebrata bercangkang yang lazim dikonsumsi adalah binatang laut yang memiliki cangkang untuk melindungi bagian tubuh yang lunak selain berfungsi untuk mencegah keracunan dari hewan lain seperti kerang, udang, atau kepiting. Dalam proses awal memasak pada umumnya mollusk atau kerang-kerangan ini disarakan untuk diberi arang agar racun yang terkandung dapat diserap dan dinetralisir.
-
Gurita
Gurita terkenal dengan harga yang cukup mahal karena dagingnya yang lezat. Gurita banyak dipasarkan dalam keadaan segar maupun beku. Karena sifat daging gurita sendiri memiliki tekstur yang cendrung keras. Untuk mengolah gurita akan memakan proses memasak yang cukup lama karena teksturnya yang keras.
-
Cumi-cumi
Cumi-cumi sangat terkenal dengan sebutan calamari (Italian). Seperti gurita, cumi-cumi yang baik ditandai dengan daging yang berwarna putih ataupun dengan rasa yang masih sedikit manis.
-
Sotong
Sotong memiliki bentuk yang mirip dengan cumi-cumi, hanya saja sotong memiliki rangka di dalam tubuhnya.
Jadi ini adalah jenis-jenis shellfish dan klasifikasinya yang perlu kamu ketahui dan pahami. Baik dari bentuk dan teksturnya. Selain itu kamu juga haru memperhatikan dengan jeli terutama ketika ingin membelinya di pasar. Ketahui cara dan definisi jenis shellfish yang baik dan sehat sebelum dikonsumsi.