Kapal Selam Nanggala 402 Dijuluki Monster Bawah Laut
Saat ini TNI AL benar-benar telah kehilangan alat perang yang dijuluki sebagai monster bawah laut, yaitu kapal selam Nanggala-402. Peristiwa ini jelas membuat hati para parajurit TNI dan masyarkat Indonesia merasakan duka yang mendalam atas musibah tenggelamnya kapal selam Nanggala-402.
Sebab di dalam kapal selam terdapat 53 awak yang sedang menjalankan tugas di perairan barat bali. Hingga pada hari sabtu tanggal 24 April 2021, kepala Staf TNI Angkatan Laut mengumumkan bahwa 53 awak kapal selam telah gugur dalam tugas. Sejak kapal selam hilang kontak pada tanggal 20 April 2021 dan pada akhirnya kapal ditemukan telah tenggelam di kedalam 850 meter.
Penyebab tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 adalah terdapat retakan besar dibagian tubuh kapal. Sehingga kapal selam mengalami hilang kontak, membuat mesin Naggala mati dan tenggelam ke dasar laut dengan kedalaman 850 meter. Demi mengenang kapal selam Naggala-402, DUPER akan membahas profil menarik yang bisa kita kenang dari kapal selam Nanggala-402 sebelum tenggelam untuk selamanya.
Profil Kapal Selam Nanggala 402 Dijuli Monster Bawah Laut
-
Kapal Selam Buatan Jerman
Seperti yang kita tahu, bahwa kapal selam ini merupakan kapal yang dibuat oleh Negara Jerman pada tahun 1978 oleh pabrikan Howaldtswerke. Yang kemudian Nanggala-402 di beli oleh negara Indonesia untuk dijadikan senjata pertahanan laut. Hingga Nanggala secara resmi telah menjadi bagian utama dari sistem pertahanan TNI AL pada tahun 1981.
Lalu kenapa kapal selam ini bisa diberi nama Nanggala-402? Nah, nama Nanggala bagi kamu yang belum tahu. Sebenarnya nama ini diambil dari senjata pewayangan Naggala yang paling kuat dan ampuh. Sehingga pada akhirnya, Indonesia resmi memberikan nama kapal selam ini Nanggala-402, karena merupakan senjata pertahanan laut yang paling kuat.
Pada saat itu Alasan TNI AL ingin memiliki kapal selam sebagai pertahanan laut, karena hanya memiliki satu kapal selam yang masih bisa menyelam atau di operasikan untuk menjalakna tugas di perairan laut Indonesia. Tetapi sebelum itu, sebenarnya Indonesia sudah memiliki 12 kapal selam yang masih dimiliki. Sehingga pada saat itu Indonesia memutuskan untuk membeli kapal selam dari Jerman, yang memiliki nama KRI Nanggala-402 sebagai Alutsistas laut Nusantara.
-
Spesifikasi Nanggala-402
Nanggala-402 merupakan kapal selam yang biasa dijuluki monster bawah laut, sehingga menjadi kapal selam andalan untuk Negara Indonesia sebagai alat pertahanan. Tetapi apa daya, saat ini Nanggala-402 tinggal foto dan cerita. Karena Naggala sekarng sudah tenggelam setelah terjadi retakan besar di bagian tubuh. Sehingga tenggelam di perairan barat Bali saat melakukan tugas.
Naggala sendiri memiliki berat 1.395 ton, dimensi 59,5 meter x 6,3 meter x 5,5 meter. Selain itu kapal selam Naggala juga mampu melesat di dalam laut dengan kecepatan kurang lebih 25 knot. Sebab Nanggala telah di lengkapi dengan mesin diesel elektrik.
Untuk peralatan tempur yang di pasang pada Nanggala sendiri telah dilengkapi dengan sonar teknologi canggih. Persenjataan yang dimiliki antara lain toperdo dan senjata lain yang bisa digunakan untuk perang di laut. Naggala-402 juga pernah melakukan perawatan di Korea Selatan pada tahun 2009 – 2012.
-
Dijuluki “Monster Bawah Laut”
Julukan ini berhasil di dapatkan oleh Nanggala-402 karena selalu aktif menjalankan misi-misi untuk keamanan NKRI dan Keamanan laut dengan baik. Selain itu Nanggala juga sering digunakan untuk latihan tempur oleh TNI AL.
Seperti latihan gabungan di laut NKRI pada 8 April – 2 Mei 2004. Pada saat itu Nanggal-402 menunjukan keganasan teknologi yang digunakan untuk mempertahan lautan Indonesia. Sehingga pada saat proses latihan gabungan, Nanggala berhasil menghancurkan dan menenggelamkan KRI Rakata sebagai sasaran tembak dalam latihan, dengan torpedo yang di luncurkan.
-
Perawatan Di Korea Selatan
Demi menjaga dan merawat monster bawah lau ini, maka Nanggala-402 pada tahun 2012 pernah menjalani proses perbaikan di Korea Selatan. Proses perbaikan tersebut memakan waktu sampai 24 bulan. Lalu bagian – bagian kapal selam yang di perbaiki yaitu menyeluruh, overhaul dan retrofit. Perbaikan tersebut dilakukan supaya kapal selam Nanggala-402 memiliki teknologi terbaru, sehingga semakin ganas ketika digunakan sebagai alat pertahanan di lautan.
-
Naggala-402 Jadi Ujung Tombak saat Sengketa Blok Ambalat
Dalam sejarah, kapal selam Nanggala pernah menjalankan tugas untuk menjadi ujung tombak pada saat Indonesia bersengketa dengan Malaysia di Bllok Ambalat, yang terkenal kaya akan migas. Oleh sebab itu Naggala menjadi senjata paling penting pada saat peristiwa sengketa di Blok Ambalat dengan Malaysia. Pada saat itu misi yang di berikan ke pada kapal selam Nanggala-402 adalah menyusup, mengintai dan memburu sasaran apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.